Laman

Minggu, 22 Desember 2013

the purple love♥

Pagi ini kupandangi penampilan ku dengan dress 5 cm dibawah lutut dengan paduan warna favourite ku yang tak lain adalah warna ungu,kupandangi wajah yang terpampang dalam cermin yang tak lain juga adalah gambaran dari wajah ku sendiri,kusungging seulas senyum dari bibir ku yang kini berwarna merah muda dikarenakan polesan lipstick yang baru aku beli 2 hari yang lalu.kumantapkan hatiku,kutinggalkan meja rias ku dan berlalu keluar kamar,kuambil tas sandang ku,tak lupa kumasukkan sebuah kitab suci dan kidung nyanyian,yaa...Alkitab dan Kidung Agung.


*****

Berlalu 20 menit,sekarang aku berada didalam sebuah Gereja, aku duduk pada ujung sebelah kiri sebuah bangku panjang,tepat pada barisan kedua dari depan,sendiri,ya...sendiri.Bisa kuhitung dengan jemari ku banyak manusia yang hadir ditempat ini,mungkin enam,tujuh,delapan entahlah...kurasa mereka juga sama seperti ku,terlalu kepagian atau sekedar mengelakkan berdesakan untuk masuk bila datang agak siangan.kupandang bebas semua pernak-pernik yang tengah menghias dihadapan ku,dengan tataan begitu memesona kulihat sebuah pohon natal yang berdiri dengan indahnya tak ketinggalan segala hiasan yang menggantung,dan lilitan lampu kecil yang berwarna-warni disekelilingnya ,"Indahnya..".decak ku kagum.

mata ku masih mengawasi setiap pemandangan yang menarik seluruh perhatian ku,mata ku berpindah pandangan kepada tutup altar yang juga berwarna ungu serupa dengan dress yang tengah kukenakan.Tepat pada sebuah salib aku berhenti meliarkan pandangan,kutatap dengan penuh salib itu,kulihat bagaimana raut wajah Yesus-ku yang dibuat sedemikian serupa untuk melambangkan kesakitan-Nya saat disalibkan dan memikul salib,aku tertunduk,hati ku sakit,tiba-tiba dan aku tidak mengerti mengapa aku seolah merasakan sakit yang amat sakit pula.

Bulan ini adalah merupakan bulan penghabisan tahun ini , bulan DESEMBER 2013.Tanpa kusadari sekarang tempat duduk yang tadi masih kosong aris demi baris sekarang sudah berisi hampir penuh,disamping ku juga sudah duduk seorang pria dan dia tidak sendiri,dia membawa seorang wanita disampingnya,mungkin kekasihnya.kuacuhkan pandangan dari dua sosok yang sekarang duduk berbarengan dengan ku,kulirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan ku,pukul 08.10 berarti ibadah akan dimulai seiring dengan sudah lengkapnya barisan pemimpin ibadah.kusempatkan untuk saat teduh dalam doa tak kurang dari 3 menit,entah mengapa seketika fikiran ku tertuju pada seorang pria yang selama berpuluh-puluh hari ini menyita pikiran ku,aku mendengus dengan kesal,kenapa disaat aku ingin memfokuskan doa yang malah hadir dalam otak ku adalah dia.

Tertib acara dimulai ..bernyanyi - berdoa - koor ( paduan suara ) - berdoa - pengakuan iman Rasuli - bernyanyi - warta jemaat dan seterusnya hingga sampai pada bagian "khotbah"aku kurang mengenal siapa yang saat ini sedang berdiri diatas altar dengan jubah nya dan sebuah alkitab tertenteng dilengan kanannya,"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus"nats yang setiap minggunya sudah biasa kudengar dari setiap pengkhotbah,aku tak terlalu memperdulikan sapaan dan lelucon yang Dia sampaikan,hingga sampai ketika saat dia mulai memfokuskan renungan dengan menyinggung warna altar yang berwarna ungu yang berarti "kesedihan-ketenangan" dia juga mengucapkan kata "SETIA dan SABAR"dia mengajak jemaat untuk membuka GALATIA 5:22 yang berisi buah-buah Roh.Ia mulai membicarakan bentuk dari kesabaran yang ia katakan sepaket dengan kesetiaan,aku mulai tergugah untuk menyerap setiap inci kata,kalimat yang ia ucapkan,lalu ia beralih kepada 1 Samuel 26 :23A "TUHAN akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang"Aku tertegun saat mendengar nats itu,hatiku berontak seolah tak setuju,aku bertanya balasan seperti apa yang Tuhan akan berikan atas kesetiaan?lantas bagaimana dengan kesetiaanku?yang jelas tidak terbalas malah teracuhkan oleh manusia yang saat itu sangat jelas kukasihi,
pertanyaan demi pertanyaan itu hanya kubungkus rapat dalam hatiku,karena tidak sebuah kelucuan bila aku dengan terang-terangan bertanya pada pendeta yang tengah menyampaikan isi firman saat ini.


Tetapi,aku kembali kaget saat tiba-tiba Ia berkata "Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman." ia juga menambahkan bahwa Tuhan takan membiarkan umatnya menuntut terlalu lama,dia akan memberikan penghiburan dan memberikan jawaban serta balasan atas kesetiaan dan kesabaran seseorang,yang kita harus lakukan hanyalah bersabar dalam doa dan pengharapan.terlebih lagi ketika pada akhirnya dia berkata "TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan."
aku mulai menyadari selama ini aku terlalu banyak menuntut , memang aku mengasihi dalam kesetiaan dan kesabaran,tapi kesetiaan dan kesabaran itu hanya kuberlakukan pada pria yang tadi mengusik ku dalam doa ku,pada pria yang membuat ku menggerutu berpuluh-puluh hari ini,tapi setia dan sabar itu tak ku berlakukan kepada Tuhan,aku hanya menuntut buah dari kesabaran yang setengah kujalani. Aku paham , aku bersalah.
Aku hanya memikirkan kesakitan yang kudapat dari pengacuhan rasa yang kualami saat ini,bahkan aku tak memikirkan bagaimana sakitnya ketika ia harus tersalibkan dikayu salib dan mengenakan mahkota duri,kesakitan yang kurasa tak ada artinya dibandingkan kesakitan-Nya.Betapa aku merasa bodoh dan tolol.



***

"AMIN,mari kita bersatu dalam doa" -
kata-kata itu membuyarkan penyesalan ku,aku memusatkan fikiran , melipat tangan , memejam kan mata, aku mulai berkata dalam doa.

"Tuhan,ampunkan aku yang selalu menuntut balas dari apa yang telah kulakukan dan kuberi terhadap dia,aku salah dan aku berdosa telah menomor dua kan Engkau dalam Setia dan Sabar ku,

Tuhan,lembutkan lah hatiku,jangan biarkan aku menjadi sosok pendendam dan pembenci,ajar aku untuk tetap bersyukur atas apa yang kudapati saat ini,aku memang sudah melakukan segala yang menurut ku baik dan benar , namun pada hasil akhirnya aku tau bahwa semua ada dalam kuasa mu,ku mohon perhitungkan lelahku,AMIN..."

selepas Amin,aku mulai bisa membangkitkan senyum dengan leluasanya , aku mendapatkan ketenangan dibalik kesedihan ku yang sedari tadi memang masih berpeluk dengan bahu ku,ibadah pun usai.


aku berdiri,menyempatkan diri menikmati tutup altar berwarna ungu itu dan beralih pada salib diatasnya.
aku beranjak dan pergi meninggalkan gereja..



"Aku akan membiarkan kasih ini tetap ada untuknya,takan kupaksa untuk membuangnya,aku masih mengasihi nya, aku masih menyayangnya ,akan kubiarkan kasih ungu ku ini bersatu dengan keadilan pada saatnya nanti,aku takan berhenti dalam setia dan sabar ku untuknya,namun diatas segalanya itu ku biarkan Tuhan yang campur tangan sepenuhnya,aku percaya setelah sedih yang kualami ini,ada ketenangan dan buah manis menanti".


the purple love♥♥"

Tidak ada komentar: