Langit nya masih sama , mendung nya masih ada....
Dia masih tetap sama , mengalungkan salib dileher jenjang nya ,
melingkarkan gelang dengan hiasan salib pada pergelangan tangan kirinya . Dia
masih tetap sama , masih tetap bersandar pada tempat dimana ia terduduk ,
membiarkan sorot mata kosongnya menerawang lurus kearah depan , apa yang dia
sedang lihat?
entah lah ..
Ia masih memandang jauh kedepan , jauh dan sangat jauh ..
*
sebuah suara langkah kaki terdengar , dengan sepersekian detik
tatapan mata kosong itu kini beralih pandangan pada asal suara yang ia dengar ,
matanya kian membulat , bibirnya menyungging kan seulas senyum , detak
jantungnya berdegup tak beraturan , nafas nya memburu .
siapa kah sosok yang tengah berdiri dihadapan nya itu? yang mampu
mengubah pandangan nya dengan begitu cepatnya .
siapa sosok pria yang ternyata juga mengalungkan kalung bersalib
yang sama pada lehernya tersebut?
pria itu kini duduk berbarengan dengan nya , memulai obrolan
, membuka pembicaraan , saling bertukar senyum dan canda tawa , sesekali
menyikut mesra seorang dengan yang lain . 5-10-15-20-25-30 menit telah berlalu , Jelas tampak bahwa ada bahagia dalam sudut bola matanya , ada
bahagia yang tak ingin ia tukar dengan apapun , ada bahagia juga yang ingin dia
abadikan , seandainya saja jemari nya seajaib yang Kuasa , bukan tak ingin ia menghentikan
saja waktu itu .
Duarrrrr ..
Petir kini menyapa , hujan juga menyambut , mengharuskan bahagia lewat percakapan yang hanya 30 menit itu
untuk terhentikan , lihatlah bola matanya yang mulai sayu lagi , melekangkan rekahan
senyum yang tadi ada , tak sesentipun ia bergerak dari tempatnya , tak ingin
rasanya dia beranjak pergi , meski kini tubuhnya telah basah tersiram guyuran
air hujan .
Seandainya saja pria itu tak mengajaknya berlalu dari tempat itu ,
seandainya saja pria itu membiarkan mereka sama-sama tersirami hujan dan tetap
menikmati cerita demi cerita yang tengah mereka perbincangkan ..
Berdosakah dia yang dengan terpaksa beranjak dari dudukan nya itu?
Berdosakah dia yang mengharapkan pria itu untuk tetap bersama nya
dalam guyuran hujan?
menikmati setiap tetesan hujan itu bersama .
Entahlah , terpaksa atau tidak nyatanya dia tetap beranjak , ia tak
ingin pria itu merasakan kedinginan yang sebenarnya saat ini sedang ia rasakan
.
Dengan lekatnya ia menatap pria yang kini berada 10 centimeter
disampingnya , menikmati setiap air yang jatuh dari helai rambutnya menetesi
wajahnya , menikmati desah nafas yang pria itu hembuskan menahan dingin udara
yang berhembus ditengah deras nya sang hujan , tanpa suara , tanpa gerak , ia
masih saja menatap pria berkalung salib yang sama dengan nya ,
Entah apa yang tengah ia fikirkan dalam benaknya , entah apa yang
bermain dalam otaknya kini , entah apa yang ia ingin katakan seolah tertahan
dalam kerongkongan nya , yang tampak hanya tubuhnya yang menggigil , bibirnya
yang mulai membiru , wajahnya yang pucat …
**

Tidak ada komentar:
Posting Komentar