harusnya tak ku buka catatan lama tentang peristiwa itu..
harusnya tak ku coba mengintip kehidupan sesosok pria yang pernah hadir dalam hidupku dulu..
harusnya tak ku biarkan gejolak hasrat dalam diri yg memaksa untuk mengetahui perkembangan pria itu lebih detailnya
tapi aku masih tak mampu menahan nya ,
kubiarkan rasa penasaran itu menarik ku terseret dalam arus mesin waktu pengingat masa lampau ,
menyeret ku kembali pada kenangan yang seharusnya tak boleh ku rindu
mengingatkan ku pada karang dimana aku pernah terbentur krn kuat nya debur ombak menghepaskan luka pada ku..
kenapa lagi lagi aku harus lemah?
kenapa lagi lagi aku harus menangis?
kenapa lagi lagi kubiarkan tetes bening airmata ini kian mengalir seperti deras hujan di malam terakhir hubungan ku dengan pria itu ?
masih jelas ku ingat betapa sesak didada ini kian menggebu seiring dengan air mata yang juga bisa mengartikan nya kesedihan dan kehilangan ku saat itu .
masih juga ku ingat betapa keras dan kuatnya petir malam itu yang kian melambangkan jeritan ku yang kutahan malam itu ,
Betapa takutnya aku malam itu , betapa aku benar benar mengharapkan semua yang terjadi malam itu hanya bunga tidur yang tak harus berubah menjadi nyata .
tapi nyata menepisnya dgn kasar , nyata membiarkan ku sadar bahwa semua itu memang benar adanya , perpisahan , luka , pedih , airmata , sesak , dan ketakutan itu ternyata benar benar ada ..
perpisahan 2 tahun lalu yang benar menciptakan sejarah terpahit dalam hidup ku .
Dan kini , tanpa sengaja luka 2 tahun itu terlintas sejenak dalam benak ku , berhasil membuat ku menjatuhkan air mata getir karena ketakutan itu masih jelas terbayang .
haruskah aku menangisi nya selalu?
tak boleh kan Tuhan menghapuskan saja ingatan tentang peristiwa 2 tahun itu ?
Haruskah peristiwa itu tetap melekat utuh dalam memori terdalam dalam ingatan ku sampai selamanya?